Senin, 06 Februari 2017

Ngemie Ayam di Langsa

Assalammu'alaikum wr wb

Bulan lalu saya berkunjung lagi ke Langsa,  karena Mimi kembaran saya sekarang sudah pindah ke kota itu.  Kebanyakan saya berada di rumah saja,  karena memang tidak ada teman untuk keliling-keliling mencari sesuatu yang beda di Kota Langsa.

Di hari sabtu,  tepatnya tanggal 21 Januari 2017, saya dan Mimi menyempatkan untuk mencoba jajanan baru. Kami memilih mie ayam untuk jajanan sore itu.  Tepatnya di Mie Ayam Resto & Seafood. Letaknya tepat di sebelah kantor JNT yang di Jalan Ahmad Yani Kota Langsa. 



Saya suka dengan interiornya,  kebetulan saat kami ke sana pengunjungnya tidak begitu rame jadinya bisa difotoin dikit. Kami memilih di lantai bawah untuk menikmati mie ayamnya. Bangunannya terdiri dari dua lantai, jadi kalian tinggal memilih mau duduk di lantai dasar atau di lantai atas. 



Sekarang kita beralih ke soal rasa,  untuk kuahnya kaldunya lumayan berasa tapi saat disajikan kurang panas sepertinya,  jadinya mienya yang agak kering jadi agak keras saat dimakan.  Terus semurnya lumayan enak sih,  tapi masih kurang nendang di lidah saya. Untuk jajanan ini saya beri tiga bintang. 




Mungkin nanti kalau kemari mau nyoba menu yang lain lagi.  Kalian punya rekomendasi tempat jajan enak nggak di Langsa teman-teman? 






Sabtu, 21 Januari 2017

Lidah Digoyang Oleh Sate Padang Pak Amat Takengon

Assalammu'alaikum wr wb

Sate padang adalah salah satu makanan favorit saya.  Dari kecil memang doyannya jajan beginian.  Di Takengon biasanya sate padang dijual dengan menggunakan gerobak. Kalau semasa saya kecil dulu gerobaknya ya memang jalan dari gang ke gang jualannya,  tapi sekarang walau tetap khas dengan gerobaknya tetapi jualannya udah mangkal di satu tempat gitu.



Salah satu pilihan tempat jajan sate padang di Takengon ya sate padang Pak Amat ini. Biasanya ada dua pilihan bumbu sate sih tapi saya lebih milih sate padang ya karena memang doyan.

Gerobak Pak Amat ini biasa mangkal di dekat Indomaret seberang Bank BNI Takengon.  Tepat di seberang gang rumah saya,  jadi ya kemari juga tinggal jalan kaki aja. Yang jual bukan bapak-bapak ya teman-teman,  cuma namanya aja.  Kalau nggak salah itu nama bapaknya si adik yang jualan itu.  Seporsinya tuh Rp 10.000. Kalian boleh milih dengan lontong atau tanpa lontong.  Ya sesuai selera.

Kalau soal rasa yah lumayan lah menurut lidah saya.  Kurang pedes dikit tapi.  Saya tuh sebenarnya paling suka cocolin kuah sate padangnya itu sama kerupuk atau nggak sama keripik pedas.  Keripik pedas tuh sebutan keripik singkong yang yang disambelin itu kalau di Takengon.  Di daerah kalian sebutannya apa ya?  Sewaktu ngekos di medan kami tuh punya langganan abang sate yang lewat depan kos cuma buat beli keripik disiram sama bumbu padangnya.  Hihihi si abangnya baik,  tau aja anak kos mampunya beli bumbunya aja.  Habisnya bisa beli Rp 2.000, nah kalo pake satenya kena Rp 6.000. Tau sendirilah anak kos kan dewanya ngirit ya,  hehehe...


Semoga bisa jadi rekomendasi jajanan buat kalian yang sedang berkunjung ke Takengon ya teman-teman.



Kamis, 22 Desember 2016

Ngopi Cantik di Warung Kopi Kaheng Takengon

Assalammu'alaikum wr wb

Kemarin sore karena terlalu suntuk di rumah saya memutuskan untuk sekedar jalan sore. Kebetulan rumah saya tidak jauh dari pasar, jadi jalan sedikit sudah sampai di pasar inpres yang terletak tepat di tengah-tengah kota Takengon.

Takengon sudah terkenal dengan kopi Gayonya dan dari hari ke hari warung kopi modern mulai bermunculan di setiap sudut kota ini. Tapi sore ini saya memutuskan untuk mengunjungi warung kopi tradisional yang sudah ada sejak saya kecil. Warung itu terkenal dengan nama Warung Kaheng. Kaheng sendiri diambil dari nama bapak pemilik warung tersebut. 

Warung ini sekarang dikelola oleh anak beliau dan berganti nama menjadi Warung Suka Ramai , walau begitu warungnya tetap ramai hingga sekarang. Kopi yang dijual di sini adalah kopi saring dan kawan-kawannya yang berbahan dasar kopi robusta. Jadi kalian tidak akan menemukan pemandangan mesin-mesin canggih yang menjadi warung kopi kekinian.

Warung ini terletak di Jalan Sengeda, gangnya tepat di seberang Bank BNI Takengon. Sewaktu SMP hampir tiap hari saya membeli kue kacang di warung ini dalam perjalanan ke sekolah. Warung kopi tradisional memang memiliki ciri khas dengan adanya kue-kue tradisional untuk teman menikmati kopi.

Takengon


Jujur ini pertama kalinya saya mencoba kopi saring dan ditambah susu pula. Maklum saya bukan peminum kopi, cuma penyeruput gelas kopi mama saya saja, hehehe... Menurut saya tidak pekat, beda dengan kopi arabika tentunya.

Di sini kita saya masih melihat fungsi meja kopi sesunguhnya yaitu sebagai media komunikasi dan interaksi. Tidak ada yang memegang gadget dan semacamnya. Yang ada obrolan hangat dan diselingi candaan. Pengunjungnya memang dominan laki-laki alias bapak- bapak. Saya saja jadi bahan perhatian ketika duduk di sana dan sendirian pula. Jadilah setelah gelas saya kosong saya pun segera beranjak dari sana. 

Buat kalian yang berkunjung ke Takengon, warung ini menurut saya salah satu tempat wajib untuk kalian datangi, apalagi bagi kalian para pecinta kopi. 




Selasa, 06 Desember 2016

Diski: Tahu Crispy VS De' Tahu

Assalammu'alaikum

Kali ini mau berbagi cerita tentang jajanan di Diski. Beberapa bulan ini sedang hits jajanan tahu ya kan di Medan dan sekitarnya. Nah di Diski ada dua jajanan tahu yang lagi hits. Ada Tahu Crispy dan De' Tahu.

Yuk kita review satu-satu ya.

Yang pertama Tahu Crispy, biasanya si abang jualannya di samping mesjid Diski.
Jualannya di gerobak gitu, tapi menggorengnya versi besar loh.

Nih dia gerobaknnya

Tahunya beneran kres-kres tapi kita hanya diaunguhi cabe rawit dan 1 aos aja, jadi tanpa sambel dan sejenisnya.

Tuh kan udah kayak
masak rendang aja gede wajannya

Satu porsinya dihargai Rp 5.000.


Nah yang satunya De' Tahu, yang jualan sih biasanya kakak-kakak di seberang Mesjid Diski, pas di teras warnet gitu.

Ini dia displaynya
Menurut saya soal rasanya yang ini terasa sekali penyedap makanannya. Harganya sama Rp 5.000 per porsinya.

Sambel kecapnya
Yang membedakan selain rasa ya sambelnya selain kita dikasih cabe rawit tambahan juga.

Nah buat kalian yang lagi melewati Diski tinggal pilih mau beli yang mana.


Jumat, 18 November 2016

Binjai Food Carnival

Assalammu`alaikum wr wb

Binjai
(ki-ka) saya, Ilai dan Ami


Bulan Oktober kemarin di Binjai Supermall diadakan event seru apalagi berhubungan dengan kuliner yaitu Food Carnival. Event ini berlangsung dari tanggal 24 - 30 Oktober 2016 yang lalu.

Sebenarnya hampir nggak jadi juga datang ke sana, padahal tidak terlalu jauh dari tempat tinggal yang sekarang, tapi akhirnya ke sana juga bareng Ilai dan Ami sepulang dari penutupan rangkain AMMC IV di Medan kemarin dan karena itu juga jadi tidak banyak foto yang diambil karena hp keburu lowbatt, hehehe...

Binjai
Tuh abang-abanya sedang membuat
karakter Hello Kitty


Popu Dessert
Ini ownernya Popu Dessert
Salah satu karya anak binjai nih
Check ig: @popudessert


Sebenarnya tidak terlalu banyak gerainya dan yang bikin sedikit kecewa jajanan khas atau tradisionalnya juga tidak ada. Beberapa gerai ada yang menjajakan ice cream, dimsum, mie ayam, ice blended, juga puding. Ada yang menarik juga sebenarnya yaitu gula-gula atau harum manis yang dibentuk karakter-karakter gitu, tapi karena terlalu panjang antriannya nggak jadi beli sayanya. Salah satu gerai yang kami kunjungi adalah @popudessert, produk mereka adalah puding dari sari buah gitu. Ada berbagai variannya, salah satunya adalah varian buah naga merah.


Semoga sering-sering aja diadain event seperti ini di Binjai, jadi warga binjai nggak perlu jauh-jauh ke medan buat ngisi weekendnya.


Selanjutnya mau jajan kemana lagi ya?


Selasa, 25 Oktober 2016

Sore Berangin di Bolang Baling Pendere



Takengon
Bolang baling Pendere


Assalammu'alaikum wr wb

Sore itu, tepatnya tanggal 6 Agustus 2016 saya dan sepupu saya Uli janjian untuk ke salah satu tempat rekreasi di Takengon. Bolang baling ini letaknya di desa Pendere.

Untuk mencapai ke sana, dari kota Takengon kalian bisa mengambil arah perjalanan ke toa. Setelah Tan Saril kalian akan menemukan sebuah gang ke arah kiri. Tenang aja ada penandanya kok, tapi saya nggak sempat ambil fotonya. Jalannya menanjak dan kurang bagus, juga licin kalau hari hujan jadi hati-hati buat kalian yang memilih ke sana di saat musim hujan seperti sekarang ini.


Bolang baling ini tidak terlalu besar, hanya memiliki 16 bilik. Waktu itu saya dan sepupu saya memilih ke sana pada sore hari. Hari agak mendung sebenarnya, malah sempat hujan juga saat perjalanan kami ke sana.

Saya dan sepupu saya, Uli



Tiket untuk menaiki bolang baling ini adalah Rp 10.000 dan walau yang sewa cuma satu orang juga bakal diputerin bolang balingnya.

Tempatnya sebenarnya asri dan lumayan luas. Sudah terdapat toilet dan taman bermain kecil untuk anak-anak. Di sekeliing kompleknya juga terdapat kebun kopi milik warga. Tetapi kita tidak dapat melihat pemandangan Danau Lut Tawar dari sini karena ditutupi oleh bukit.

Sayang sekali tempat ini tidak terlalu ramai, mungkin karena lokasinya kurang strategis ya, saya juga kurang tau kenapa. Atau mungkin pengelolanya perlu buat sesuatu yang beda biar menarik banyak pengunjung ke sana.

Takengon
Lihat, cakep kan pemandangannya


Well, saya agak takut juga waktu menaiki bolang balingnya, yah memang dasarnya saya juga penakut orangnya, hehehe. Tapi setelah dicoba tidak menakutkan kok, karena muternya juga pelan. Yah mungkin kalau ke sana lagi asiknya rame-rame kali ya.

Lihatlah wajah keyakutan saya, hahaha...


Yah semoga bisa menjadi referensi buat kalian sedang berkunjung ke Takengon ya teman. Oia masih ada yang tanya Takengon itu dimana? Takengon itu ibu kotanya Kabupaten Aceh Tengah ya teman-teman.

Maaf fotonya hanya sedikit, file fotonya nyelip entah di memori yang mana (bilang aja males nyari dan ngedit chi, hehehe).


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...